Selasa, 08 Februari 2011

Tachometer / RPM Meter

Salah satu parameter yang paling sering di monitor pada sebuah mesin adalah RPM (Rotation Per Minute), yaitu jumlah putaran yang terjadi dalam satu menit, misal pada elektro motor, pompa, mixer dll. Ada bermacam cara untuk mengukur kecepatan putar suatu system secara continue, misalnya dengan magnetic pick-up atau tachogenerator dan yang paling sederhana adalah dengan menggunakan proximity switch dan pulsa meter (kurang dari 600rb).

mp-01Pulsa/ Rate Meter terdapat berbagai merk dan type, untuk kali ini mempergunakan MP5-W Serries dari Autonics (kebetulan punya bukunya, dan harga cukup ekonomis J). Unit ini mempunyai banyak fungsi yang salah satunya adalah untuk pengukuran RPM (mode : F1). Mempunyai dua input (IN A dn IN B), banyak pilihan tipe mulai sebagai indicator dan sebagai controller dengan bermacam output. Display terdiri dari 5 digit dan dilengkapi keypad pemrograman. Sedangkan sensor yang dipergunakan adalah sebuah proximity sensor PR30-10DN dengan spesifikasi supply 12 ~ 24 VDC, output NPN, dan jarak sensing 10 mm (pernah di coba sampai 4500 RPM dan stabil).

mp-02Pemasangan sensor pada unit display, untuk kabel supply dihubungkan ke terminal 6 dan 7 (perhatikan polaritasnya) sedangkan output sensor di terminal 1 (IN A), sementara IN B di ambangkan saja. Power supply MP5 di terminal 8 dan 9. Jika menggunakan option output sambungkan sesuai dengan type outputnya.

mp-03Struktur program MP5 serries mempunyai 4 parameter grup yang terpisah. Paramenter grup 0 sampai parmeter grup 3, tetapi untuk aplikasi tachometer hanya diperlukan beberapa setting parameter. Yang penting diketahui adalah untuk berpindah ke tiap tiap parameter adalah dengan menekan tombol “MD” selama beberapa detik.

Jika MP5 dipergunakan sebagai controller, setting level output berada pada parameter grup 0. Terdapat 4 level output yaitu HH, H, L dan LL namun ini untuk seri controller. Sedangkan pada aplikasi display tidak diperlukan dan langsung ke parameter 1 dengan menekan MD selama 3 detik. Di parameter grup 1 setting node di F1 ( Frequency), In-A (jenis output sensor: NPN ) set ke nPnhF dan Auto.A ( auto zero time ) ke 10.

Kemudian dilanjutkan parameter grup 2 dengan cara menekan MD selama kurang lebih 4 detik. Jika MP5 hanya indicator setting dilakukan pada PSC.AH (nilai mantisa nilai default adalah 6), PSC.AY (eksponen dengan default 10^1) dan dISP.t (siklus display, sebaiknya diisi 1 agar tidak terlihat berkedip). Sedangkan untuk controller diperlukan setting batas atas dan batas bawah. Nilai skala dan mantisa harus dihitung sesuai dengan jumlah pulsa per putarannya.

mp-04Sebenarnya mode F1 adalah fungsi pembacaan frekuensi (pulsa per detik dengan satuan Hz). Jika dipergunakan untuk pembacaan RPM ( Rotation Per Minute ) maka harus dikalikan 60 (1 menit sama dengan 60 detik). Maka untuk menjadikan RPM adalah seperti berikut :

RPM = f X a

RPM = f X 60/N

Dimana :

a : nilai skala yang terdiri dari mantisa dan exponent.

RPM : kecepatan putaran (RPM)

F : frekuensi pulsa (Hz)

N : Jumlah pulsa dalam satu putaran

Misalkan dalam satu putaran terdapat 8 pulsa, maka nilai skalanya adalah :

a = 60 / 8

= 7,5

= 0,75 X 101 = mantisa 0,75 dan eksponen 10

Tips !

*. Untuk pemasangan sensor proximity usahakan berada di depan obyek sensing, sebaiknya dari samping. Ini untuk meminimkan kemungkinan terjadinya benturan antara sensor dan obyek sensing.

*. Manfaatkan baut kopling sebagai obyek sensing, dengan begini lebih simple.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More